• Telematika…. Apaan Tuh?
Telematika adalah istilah untuk mendefinisikan telekomunikasi melalui media informatika. berdasarkan definisi di atas telematika sebenarnya mencakup dua teknik yaitu telekomunikasi dan informatika. Karena kekhususan penelitian dalam bidang penelitian seperti Digital signal processing, Network programming, Managemen Telekomunikasi, Routing, security, dll. Sentral telepon. router, switch, VolP dll. Interoperabilitas: pensinyalan, operating system dan database. Fiber optics, Network performance dan Qos. Pengembangan software, dll.
Telematika berasal dari bahasa perancis “Telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Teknologi Informasi merujuk pada sarana prasarana, sistem dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna.
Para praktisi menyatakan bahwa “Telematics“ adalah singkatan dari “Telecommunication” and “informatics” sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu (konvergensi). Semula media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi komunikasi pada saat itu.
Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghindarkan media komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah Telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara telekomunikasi, media dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah.
Konvergensi Telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau “The Net”. Dalam perkembangannya istilah “media” dalam Telematika berkembang menjadi wacana “multimedia”. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah “multimedia” semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambigus jika istilah Telematika dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika.
Menurut instruksi presiden RI no.6 tahun 2001 tentang kerangka kebijakan perkembangan dan pendayagunaan telematika di Indonesia didapat pengertian telematika sebagai berikut : “……. Telekomunikasi, media dan informatika atau disingkat sebagai teknologi telematika…”.
Alfin Toffler berpendapat bahwa teknologi telekomunikasi dan informatika, kini populer dengan nama telematika (Yuliar,2007). Menurut Yusuf Hadi Miarso (2007) telematika merupakan sinergi teknologi telekomunikasi dan informatika untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary (digital). Telekomunikasi adalah sistem hubungan jarak jauh yang terjalin melalui saluran kabel dan nirkabel (gelombang suara, elektromagnetik, dan cahaya). Sedangkan informatika adalah pengelolaan data yang bermakna dengan sistem binary (digital). Istilah Teknologi dan Komunikasi (ICT = Information and Communication Technology) yang lebih dikenal sekarang ini bermaksud memperluas pengertian telematika.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Telematika merupakan konvergensi antara teknologi Telekomunikasi , Media dan Informatika yang digunakan untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary / digital.




  • Pemanfaatan Telematika Di Bidang Pendidikan

Menurut Miarso (2004) terdapat sejumlah pilihan alternatif pemanfaatan di bidang pendidikan, yaitu :
1.      Perpustakaan Elektronik, Perpustakaan yang biasanya arsip-arsip buku dengan di Bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Homepage dari The Library of Congress merupakan salah satu perpustakaan yang terbesar di dunia. Saat ini sebagian informasi yang ada di perpustakaan itu dapat di akses melalui internet.
2.      Surat Elektronik (email), Dengan aplikasi sederhana seperti email maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus mahasiswa yang menghadapi kesulitan dapat bertanya lewat email.
3.      Ensiklopedia, Sebagian perusahan yang menjajakan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tapi juga video, audio, tulisan dan gambar, dan bahkan gerakan. Dan data informasi yang terkandung dalam ensklopedia juga telah mulai tersedia di internet. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka data dan informasi yang terkandung dalam ensiklopedi elektronik dapat diperbaharui.
4.       Sistem Distribusi Bahan Secara Elektronis (digital), Dengan adanya sistem ini maka keterlambatan serta kekurangan bahan belajar bagi warga belajar yang tinggal di daerah terpencil dapat teratasi. Bagi para guru SD yang mengikuti penyetaraan D2, sarana untuk mengakses program ini tdk menjadi masalah karena mereka dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki kantor pos yang menyediakan jasa internet.
5.      Tele-edukasi dan Latihan Jarak Jauh dalam Cyber System, Pendidikan dan pelatihan jarak jauh diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman dan sumber daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan professional dari SDM di Indonesia. Pada gilirannya jaringan ini diharapkan dapat menjangkau serta dapat memobilisasikan potensi masyarakat yang lain, termasuk dalam usaha, dalam rangka pembangunan serta kelangsungan kehidupan ekonomi di Indonesia, baik yang bersifat pendidikan formal maupun nonformal dalam suatu “cyber system”.
6.      Pengelolaan Sistem Informasi, Ilmu pengetahuan tersimpan dalam berbagai bentuk dokumen yang sebagian besar tercetak dalam bentuk buku, makalah atau laporan informasi semacam ini kecuali sukar untuk diakses, juga memerlukan tempat penyimpanan yang luas. Beberapa informasi telah disimpan dalam bentuk disket atau CD ROM, namun perlu dikembangkan lebih lanjut sistem agar informasi itu mudah dikomunikasikan. Mirip halnya dengan perpustakaan elektronik, informasi ini sifatnya lebih dinamik (karena memuat hal-hal yang mutakhir) dapat dikelola dalam suatu sistem.
7.      Video Teleconference, Keberadaan teknologi ini memungkinkan siswa atau mahasiswa dari seluruh dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial.

Banyak faktor yang mempengaruhi dilaksanakan atau tidaknya potensi teknologi telematika. Faktor utama, adalah adanya komitmen politik dari para pengambil kebijakan dan ketersediaan para tenaga terampil.


Referensi:
  • http://www.scribd.com/doc/179599596/Pengertian-Telematika-doc
  • http://karmila.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/15747/Tayangan+Peng-Telematika.pdf
  • http://siraith.files.wordpress.com/2011/02/sejarah-telematika.pdf

Telematika Beserta Pemanfaatannya Dalam Dunia Pendidikan

Mendengar kata surat yang muncul di kepala kita pasti adalah selembar kertas, yang di atasnya tertulis sebuah pesan yang ditujukan kepada seseorang dalam format yang khusus. Hampir setiap orang mengetahui dan pernah membuat sebuah surat.

Surat merupakan salah satu sarana untuk berkomunikasi secara tertulis untuk menyampaikan pesan dari pihak yang satu ke pihak yang lain baik secara perorangan atau kelompok. Sebagai suatu bentuk komunikasi tertulis, surat memiliki unsur yang ada di dalamnya, yaitu :


  1. Pengirim, yaitu orang atau kelompok organisasi yang menyampaikan pesan.
  2. Pesan, yaitu isi surat berupa instruksi, informasi, perasaan pengirim, atau gagasan.
  3. Penerima yaitu orang atau organsiasi yang menerima pesan.
  4. Saluran, yaitu bagaimana pesan tersebut diformulasikan dalam ragam bahasa tulis dan disajikan dalam format yang sesuai dengan keperluan.

Jenis-jenis Surat

Surat memiliki banyak fungsi, maka dapat dikelompokkan atau digolongkan menurut jenisnya, yaitu :
A. Menurut kepentingan dan pengirimnya
  • Surat pribadi, yaitu dikirimkan seseorang kepada orang lain atau kepada organisasi/lembaga. Kalau surat ditujukan kepada teman atau keluarga, format penulisan dan bahasa relatif bebas. Akan tetapi bila ditujukan kepada teman atau keluarga, format penulisan dan bahasa relatif bebas. Akan tetapi bila ditujukan kepada teman atau keluarga, format penulisan dan bahasa yang digunakan harus resmi, misalkan surat lamaran kerja, pengaduan, pengajuan mutasi, kenaikan pangkat, dsb.
  • Surat dinas, yaitu digunakan instansi pemerintah untuk kepentingan administrasi pemerintahan.
  • Surat niaga, yaitu dipergunakan oleh perusahaan atau badan usaha.
  • Surat sosial, yaitu digunakan oleh organisasi kemasyarakatan yang bersifat nonprofit.
B. Menurut isinya
  • Surat dapat dikelompokkan menjadi pemberitahuan, keputusan, pemerintah, panggilan, perjanjian, laporan, pengantar, peringatan,  penawaran,  pesanan,  undangan dan  lamaran pekerjaan.
C. Menurut sifatnya
  • Biasa yaitu isi dapat diketahui oleh orang lain selain yang dituju.
  • Terbatas (konfidensial) yaitu isi hanya boleh diketahui oleh kalangan tertentu yang terkait saja.
  • Rahasia yaitu  isinya hanya boleh diketahui oleh orang yang dituju.
D. Berdasarkan banyaknya sasaran
  • Surat dapat dikelompokkan menjadi biasa, edaran dan pengumuman.
E. Berdasarkan tingkat kepentingan penyelesaiannya
  • Surat terbagi atas biasa, kilat dan kilat khusus.
F. Berdasarkan wujudnya
  • Surat terbagi atas bersampul, kartu pos, warkat pos, telegram, teleks, faksimile, memo dan nota.
G. Berdasarkan ruang lingkup sasarannya
  • Surat terbagi atas intern dan ekstern.
Kemajuan teknologi memberi alternatif dalam menyampaikan pesn melalui internet seperti email (surat elektronik) ataupun handphone lewat sms. Tetapi surat konvensional tetap mempunyai arti penting sebagai bukti tertulis untuk berbagai macam keperluan. Sehingga jika terjadi sesuatu seperti kesalahan, surat dapat di jadikan acuan. Misalnya pada surat-surat perjanjian, surat waris, atau surat dinas.

Contoh Surat Dinas

Riwayat Hidup (CV)

Curriculum vitae adalah deskripsi tertulis tentang pengalaman kerja anda, latar belakang pendidikan, dan keterampilan. Juga disebut CV, atau hanya vitae, itu lebih rinci dari resume dan umumnya digunakan oleh mereka yang mencari pekerjaan diluar negeri.

Contoh Curriculum Vitae


SURAT, DEFINISI DAN MACAM-MACAMNYA


     Udah lama ga posting, giliran nulis pasti ada sebabnya kalo ga tugas yaa karena emang pengen dapet nilai bagus (sama aja kan -___-). Buat apa ilmu kalo cuma di pendem sendiri kan, ga akan berkah, jadi akhirnya memutuskan untuk nulis lagi Horeeey \m/. Pada penulisan kali ini, saya pengen membahas tentang apa itu analisis leksikal atau nama gaulnya disebut dengan Scanner. Loh yang ada di warnet itu? (jayus bet) bukan, bukan.. hayuk kita coba telaah apa dan implementasinya di dalam bahasa pemrograman. Saya coba bungkus materi ini seperti percakapan antara dosen dengan mahasiswanya, mudah-mudahan lebih mudah dimengerti dan dicerna oleh pikiran kalian para pembaca :).

     Disini saya pilih bahasa Java karena saya berasal dari daerah jawa, tepatnya di tegal... laaah napa jadi curhat. langsung aja yuk cuuus!

M : Analisa leksikal, apa itu pak?
D : Sebelum membahas Analisa Leksikal, ada baiknya kalian mengetahui dulu tentang source code. Udah tau belom?

M : Ah si bapak, ditanya malah balik nanya -____- tau pak baris karakter terstruktur yang isinya kodingan itu kan?
D : Betul, 100 buat kamu. tulis nama dan npm di papan tulis yaa. Nah karakter dalam source code itu yang diubah oleh scanner (analisa leksikal) menjadi token-token.

M : Loh kok jadi kayak di lab sih pak, tapi biarin deh yang penting nilai *brb nulis nama*. masih bingung pak, token itu apa pak?
D : Token itu adalah komponen dasar leksikal dari program. Nah si scanner ini menerima masukan kode sumber berupa serangkaian karakter kemudian memilah-milahnya ke dalam satuan leksikal, yaitu si token itu loh.

M : *ngangguk-ngangguk* oh begitu yaa pak, terus token itu contohnya kaya gimana pak?
D : Contohnya ada banyak, diantaranya identifiers, keyword, operators, literals, punctuation, dll.

M : *bengong bingung* mohon maaf pak, ada cara yang lebih mudah buat jelasin masing-masing istilah tersebut? saya masih bingung >.<
D : oke bapak jelaskan, kamu udah pernah belajar bahasa java belum?

M : Pernah pak di lab semester 5 kemaren, emangnya kenapa pak?

D : Karena bapak akan coba jelaskan dengan mengambil contoh dalam bahasa java. Simak baik-baik yaa..


D : Coba kamu perhatikan source code sebuah program sederhana dalam bahasa Java berikut ini.


Program Sederhana Menggunakan Bahasa JAVA

D : Kamu perhatikan, yang mana termasuk variabel di dalam program itu?

M : hmm... universitas, tahun sama ajaran bukan pak?
D : Benar, nah darimana kamu tau semua itu adalah variabel?

M : *mikir garuk-garuk* ehm.. karena tidak termasuk dari kata yang sudah menjadi bagian dalam bahasa javanya pak
D : Nah, variabel adalah contoh dari sebuah identifier yaitu kata atau karakter yang bebas di rangkai oleh programmer asal tidak termasuk dari sebuah keyword dalam bahasa tersebut.
 

M : Berarti, fungsi / prosedur juga termasuk yaa pak dalam identifier?
D : Betul sekali! Sementara keyword adalah kata yang sudah menjadi bagian dalam bahasa Javanya seperti public, static, void, String, int, dll.


M : oooh begitu toh pak, paham paham. Terus kalo "gunadarma" itu apa dong pak disebutnya dalam analisa leksikal?
D : Kalo kata "gunadarma" tersebut merupakan nilai konstanta yang di sebut literals. Lain lagi dengan "+" dalam program tersebut disebutnya adalah operators.

M : Oh berarti setiap nilai konstanta itu literals yaa pak. Berarti "-", "*", "/" juga termasuk operators dong pak?
D : That's right, kamu cepet mengerti yaa bagus sekali. Nah sementara tanda ";" atau tanda yang wajib ada pada setiap baris dalam program Java di atas disebutnya adalah punctuation.

M : *malu-malu* oke saya sudah mengerti pak masing-masing dari istilah tersebut. terimakasih pak.
D : Loh loh ntar dulu, kamu mau nilai tambahan ga?
 

M : Mau dong pak, gimana caranya?
D : Coba kamu rangkum semua token-token dari program sederhana diatas, ke dalam bentuk tabel agar mudah dimengerti, bedakan di tabel sebelah kiri adalah nama tokennya, di kanan adalah contohnya dalam program tersebut. Bisa?

M : Bisa pak! sebentar yaa paak. Kira-kira begini bukan pak?

TOKEN CONTOH
Identifiers universitas, tahun, ajaran, args
Keyword public, class, static, void, main, String, int
Operators "+"
Literals gunadarma, 2010
Punctuations ";", ":", ",", "."


D : Bagus sekali! kamu saya kasih nilai A, dan bebas quiz yaa. ehm.. siapa nama kamu?
M : Udin pak..

D : Tidak ada yang namanya udin disini, npm kamu berapa?

M : 12039024 pak.

D : *mencari* tidak ada disini, kamu salah kelas mungkin?
M : engga lah pak, ini mata kuliah teknik pemrograman terstruktur kan?

D : -___- kamu sepertinya kurang tidur, dan sedikit capek. Maaf ya, kamu tidak jadi dapet nilai dan bebas quiz.
M : Seketika bete :| *ngacir*

 
Running program

Analisis Leksikal Pada Bahasa Pemrograman Java

Kebetulan dapet tugas dari kampus untuk membuat garis menggunakan OpenGL (Open Graphics Library), pertanyaan yang langsung terfikir yaitu "Apa itu OpenGL bukan?" yeah, saya langsung teringat dengan berbagai game yang pernah saya mainkan di PC/Laptop kebanyakan biasanya menggunakan library OpenGL untuk urusan grafisnya, disamping menggunakan Direct3D.

Tetapi disini saya tidak akan membahas apa itu OpenGL, anda bisa dapat informasi banyak tentang hal ini di internet (bisa juga dibilang kalau saya males) :D. Oke lanjut, jadi tugas dari dosen ini saya disuruh untuk membuat program untuk membuat garis vertikal, horizontal, dan diagonal dengan menggunakan library OpenGL. Karena saya menggunakan sistem operasi Linux, maka saya tinggal menginstall library nya yaitu free-glut versi opensource dari library GLUT(OpenGL Utility Toolkit). Oke karena saya menggunakan sistem operasi debian dan ingin menggunakan bahasa pemrograman c untuk pemrogramannya, maka saya hanya perlu mengetik pada terminal :

fathiraz@an0th3r:~$ sudo apt-get install freeglut3 freeglut3-dev libglew1.5 libglew1.5-dev libglu1-mesa libglu1-mesa-dev libgl1-mesa-glx libgl1-mesa-dev 
 

sekarang library free-glut tinggal kita import dalam bentuk header bahasa c. coba ketik baris coding berikut di text editor anda dan save dengan nama tugas.c :

// include library glutnya
#include 

// program utama
int main(int argc, char **argv) {
 int pil;
 float x, y;

 // menampilkan menu dan pilihan
 printf("              [ MENU ]             \n\n");
 printf(" 1. Garis Vertikal\n");
 printf(" 2. Garis Horizontal\n");
 printf(" 3. Garis Diagonal\n\n");
 printf("Masukkan pilihan anda [1..3] : ");
 scanf("%i", &pil);
 
 // seleksi kondisi pilihan
 if (pil == 1) {
  printf("\n\n        [ Garis Vertikal ]        \n\n");
  printf("Masukkan y [1..99] : ");
  scanf("%f", &y);
  glutInit(&argc, argv);
  glutInitDisplayMode(GLUT_DEPTH | GLUT_SINGLE | GLUT_RGBA);
  // posisi kotak (x,y)
  glutInitWindowPosition(405,95);
  // besarnya kotak (x,y)
  glutInitWindowSize(500,500);
  glutCreateWindow("Garis Vertikal OpenGL");
  glClear(GL_COLOR_BUFFER_BIT);
  // gambar garisnya
  glBegin(GL_LINES);
  glVertex2f (0.0, 0.0);
  glVertex2f (0.0, y/100);
  glEnd();
  glFlush();
  glutMainLoop();
 } else if (pil == 2) {
  printf("\n\n       [ Garis Horizontal ]       \n\n");
  printf("Masukkan x [1..99] : ");
  scanf("%f", &x);
  glutInit(&argc, argv);
  glutInitDisplayMode(GLUT_DEPTH | GLUT_SINGLE | GLUT_RGBA);
  // posisi kotak (x,y)
  glutInitWindowPosition(405,95);
  // besarnya kotak (x,y)
  glutInitWindowSize(500,500);
  glutCreateWindow("Garis Horizontal OpenGL");
  glClear(GL_COLOR_BUFFER_BIT);
  // gambar garisnya
  glBegin(GL_LINES);
  glVertex2f (0.0, 0.0);
  glVertex2f (x/100, 0.0);
  glEnd();
  glFlush();
  glutMainLoop();
 } else if (pil == 3) {
  printf("\n\n        [ Garis Diagonal ]        \n\n");
  printf("Masukkan x [1..99] : ");
  scanf("%f", &x);
  printf("Masukkan y [1..99] : ");
  scanf("%f", &y);
  glutInit(&argc, argv);
  glutInitDisplayMode(GLUT_DEPTH | GLUT_SINGLE | GLUT_RGBA);
  // posisi kotak (x,y)
  glutInitWindowPosition(405,95);
  // besarnya kotak (x,y)
  glutInitWindowSize(500,500);
  glutCreateWindow("Garis Diagonal OpenGL");
  glClear(GL_COLOR_BUFFER_BIT);
  // gambar garisnya
  glBegin(GL_LINES);
  glVertex2f (0.0, 0.0);
  glVertex2f (x/100, y/100);
  glEnd();
  glFlush();
  glutMainLoop();
 } else {
  // print error
  printf("ERROR!! Masukkan pilihan antara 1-3 !\n");
 }
 
 return 0;
}

selanjutnya tinggal anda compile menggunakan perintah :

gcc -lglut -Wall tugas.c -o tugas

lalu jalankan :

./tugas

screenshotnya :


Tampilan Awal Menu



Garis Vertikal



Garis Horizontal



Garis Diagonal






Pemrograman OpenGL di Linux menggunakan GLUT

I. Pendahuluan
     Kebijakan moneter merupakan kebijakan otoritas moneter atau bank sentral dalam bentuk pengendalian besaran moneter untuk mencapai perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan.


     Bentuk:
  • Pasif (Tanpa Tindakan) vs Aktif
  • Rules vs Discretion

II. Teori
    
     Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, "margin requirement", kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.

     Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil.

     Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

      Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
  1. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy
     Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar
  1. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
     Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy).


III. Pembahasan

      Kebijakan Moneter Aktif :
  • Counter-cyclical monetary policy(memperlunak perkembagan kegiatan ekonomi menuju titik ekstrim)
  • Pro-cyclical monetary policy/accomodative monetary policy(kebijakan moneter yang mengakomodasi fluktuasi perekonomian)

     Konflik Pencapaian Sasaran Kebijakan :
  • Idealnya, semua sasaran dapat dicapai secara bersamaan. Namun, seringkali pencapaian sasaran akhir mengandung unsur-unsur yang kontradiktif
  • Misalnya: usaha untuk mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatan kerja dapat berdampak negatif terhadap kestabilan harga dan keseimbangan neraca pembayaran
  • Olehkarenaitu: kebijakanmoneterseringlebihmemfokuskanpadasasarantunggal.

     Kebijakan Moneter Dalam Perekonomian Terbuka :
  • Keterbukaan ekonomi akan membawa konsekuensi pada perencanaan dan pelaksanaan kebijakan ekonomi makro dan moneter
  • Transaksi perdagangan dan keuangan international -> foreign capital inflows
  • External shocksdapat berpengaruh pada ekonomi domestik.

     Sistem Nilai Tukar
  • Fixed exchange rate(sistem nilai tukar tetap)
    - Pegged to a currency
    - Pegged to a basket of currency
    - Currency board
  • Managed floating exchange rate(sistem nilai tukar mengambang terkendali)
  • Floating exchange rate(sistem nilai tukar mengambang)

     Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No. 3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia.

     Hal yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah antara lain adalah kestabilan terhadap harga-harga barang dan jasa yang tercermin pada inflasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, sejak tahun 2005 Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter (Inflation Targeting Framework) dengan menganut sistem nilai tukar yang mengambang (free floating). Peran kestabilan nilai tukar sangat penting dalam mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan. Oleh karenanya, Bank Indonesia juga menjalankan kebijakan nilai tukar untuk mengurangi volatilitas nilai tukar yang berlebihan, bukan untuk mengarahkan nilai tukar pada level tertentu.

     Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran-sasaran moneter (seperti uang beredar atau suku bunga) dengan tujuan utama menjaga sasaran laju inflasi yang ditetapkan oleh Pemerintah. Secara operasional, pengendalian sasaran-sasaran moneter tersebut menggunakan instrumen-instrumen, antara lain operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing, penetapan tingkat diskonto, penetapan cadangan wajib minimum, dan pengaturan kredit atau pembiayaan. Bank Indonesia juga dapat melakukan cara-cara pengendalian moneter berdasarkan Prinsip Syariah.


sumber: wikipedia
              keuangan petra

Kebijakan Moneter