Konflik Dalam Organisasi

     Konflik adalah sesuatu yang tidak dapat di pisahkan dalam hidup kita, seringkali terjadinya sebuah konflik merupakan akibat dari kontra berkepanjangan atau pendapat yang tidak diindahkan, atau mungkin hanya karena masalah kecil seperti memberi gelar buruk kepada teman kita bisa menjadi penyebab konflik. Munculnya konflik dalam organisasi tidak selalu bersifat negatif. Konflik bisa dijadikan alasan untuk mengadakan perubahan dalam keorganisasian. Sebelum membahas lebih jauh, patutlah kita membahas terlebih dahulu apa itu konflik. Konflik menurut KBBI adalah percekcokan, pertentangan, atau perselisihan. Secara garis besar konflik merupakan perbedaan pendapat yang terjadi diantara beberapa orang atau kelompok disebabkan pemikiran yang berselingan satu sama lain.

     Tingkat-tingkat konflik beserta pengertiannya :
  1. Konflik Intra Perorangan.
    Konflik ini muncul dalam diri seorang individu dengan pemikirannya sendiri (individu mengalami semacam tekanan-tekanan dalam dirinya sendiri secara emosional).
  2. Konflik Anatar Perorangan.
    Terjadi antara satu individu dengan individu lain atau lebih, biasanya disebabkan oleh adanya perbedaan sifat & perilaku setiap orang dalam organisasi.
  3. Konflik Antar Kelompok.
    Terjadi apabila unit-unit kelompok mengalami pertentangan dengan unit-unit dari kelompok lain, pertentangan ini bila berlarut-larut akan membuat koordinasi dan integrasi kegiatan menjadi terkendala/mengalami kesulitan.
  4. Konflik Antar Keorganisasian.
    Konflik bisa juga terjadi antara organisasi yang satu dengan yang lain karena adanya ketidakcocokan suatu badan terhadap kinerja sebuah organisasi.
    Sebab-sebab konflik beberapa diantaranya adalah :
  • Persaingan terhadap sumber-sumber daya yang langka.
    Setiap divisi dalam organisasi akan berlomba untuk mendapat bagian dari alokasi sumber daya yg ada. Masing-masing menginginkan alokasi sumber daya yg banyak agar dapat mempercepat pertumbuhan, kemajuan, dan pengembangan dalam divisi. Karena adanya persaingan tsb akan memicu timbulnya konflik.
  • Ketergantungan tugas(independence), kekaburan batas-batas bidang kerja, kriteria kinerja yang tidak sesuai, dan perbedaan-perbedaan tujuan & prioritas.
  •  Perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
    Perbedaan pendirian dan perasaan akan suatu hal atau lignkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya.

    Usaha manusia untuk meredakan pertikaian atau konflik dalam mencapai kestabilan dinamakan "akomodasi". Pihak-pihak yang berkonflik kemudian saling menyesuaikan diri pada keadaan tersebut dengan cara bekerja sama. Penyelesaian konflik bermacam-macam, tetapi saya akan bahas beberapa diantaranya:
  1. Gencatan senjata. yaitu pengangguhan permusuhan dalam jangka waktu tertentu , untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu yang tidak boleh diganggu. Contoh: melakukan perawatan bagi yang luka, mengubur yang tewas, merayakan hari suci keagamaan.
  2. Abitrasi. yaitu perselisihan yang langsung diselesaikan oleh pihak ketiga yang memberikan keputusan dan diterima oleh kedua belah pihak. Contoh: Ibu yang memberikan nasihat kepada anak-anaknya yang bertengkar.
  3. Mediasi. yaitu penghentian pertikaian oleh pihak ketiga tetapi tidak diberikan keputusan yang mengikat. Contoh: PBB membantu menyelesaikan perselisihan Indonesia dengan Belanda.
  4. Konsiliasi. yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak-pihak yang berselisih sehingga tercapai tujuan bersama. 


sumber: wikipedia indonesia
             kamus besar bahasa indonesia online
    No comments

    No comments :

    Post a Comment